Archives

Riau Dirundung Kabut

Oleh: Dini Novia Sabila*

Provinsi Riau saat ini tengah menjadi perbincangaan hangat setelah adanya kebakaran hutan. Hutan seluas 1.300 hektar berhasil dihanguskan oleh si jago merah. Alhasil, asap dari pembakaran tersebut melanda Provinsi Riau hingga Sumatera Utara bahkan sampai di Singapura. Beberapa sekolah malah telah memperpanjang masa libur dikarenakan jarak pandang yang pendek dan gangguan pernafasan yang diakibatkan asap tak bisa ditolerir lagi. Penanganan lambat juga semakin memperparah efek seperti peningkatan jumlah penderita ISPA dan menjalarnya kobaran api hingga ke pemukiman warga. read more

Read More

Pemilu 2014

Oleh: Carala Rosadi*

Menyongsong PEMILU 2014 ini, ada pertanyaan yang perlu dilontarkan. Yaitu seberapa penting pemilu legislatif 2014? Ini adalah pertanyaan mendasar. Apakah kita perlu berperan dalam pemilu untuk capres 2014? Apa perbedaan pemilu 2014 dengan kegiatan pemilu di tahun sebelumnya?

Sebagai bangsa yang berperikemanusiaan, tentu bangsa Indonesia tidak ingin tertipu, bahkan terpuruk untuk keduakalinya setelah memilih calon pemimpin yang baru. Sebab di Indonesia ini, telah banyak permasalahan yang bermunculan. Tidak hanya dilakukan oleh oknum orang-orang berkepentingan saja, melainkan juga mereka yang telah memiliki ‘nama baik’. Nama yang notabene merupakan nama lembaga yang seharusnya bertugas untuk menaungi masyarakat, tetapi justru telah menipu masyarakat. read more

Read More

Adanya Asap, Siapa yang Bertanggungjawab?

Oleh: Siti Aminah*

Hutan merupakan paru-paru dunia. Kekayaan alam yang ada didalam hutan sangat besar manfaatnya bagi hajat hidup semua orang di dunia. Bicara mengenai hutan, ada banyak permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia yang ada kaitannya dengan hutan beserta isinya. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya adalah illegal logging, perburuan satwa dan tanaman langka, serta yang baru-baru ini terjadi adalah kebakaran hutan yang terjadi di Pekanbaru, Riau.

Ada dua penyebab kebakaran hutan, yang pertama adalah ada orang yang dengan sengaja membakar hutan untuk kepentingan pribadi maupun golongan. Atau faktor kedua yaitu faktor alam, karena gesekan antara ranting-ranting yang telah kering. Apabila kebakaran hutan terjadi karena tanpa disengaja atau karena faktor alamnya sendiri, maka kita tidak bisa menyalahkan siapapun atas kebakaran hutan tersebut. Tetapi, apabila kebakaran hutan terjadi karena adanya oknum-oknum yang sengaja membakar hutan, maka kita patut dan harus mengusut kasus tersebut. read more

Read More

Forum Aspirasi: Kurikulum General Forestry 2010

Oleh : Ratna Fitri Widyastuti*

Forum Aspirasi dilakukan pada hari Senin, 10 Maret 2014 diadakan untuk menampung saran-saran dari mahasiswa FKT. Forum aspirasi di pimpin oleh Irfansyah Diangga selaku moderator acara. Forum aspirasi dimulai pukul 15.30 dan berakhir pada 18.00. Dalam waktu dua setengah jam, banyak saran yang dikemukakan oleh mahasiswa yang hadir dalam forum aspirasi tersebut.

Pembahasan yang dibicarakan forum aspirasi mencangkup beberapa hal, yaitu:

  1. Kurikulum General Forestry 2010
  2. Status General Forestry
  3. Wajib Magang
  4. Sistem KRS
  5. Peminatan

Berikut ini adalah penjelasan masing-masing topik: read more

Read More

Sebuah Opini untuk Riau

Oleh: Faiz Fajri*

Riau merupakan sebuah kepulauan yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun dari tahun ke tahun bencana yang sama kerap mereka derita. Dimana peran pemerintah provinsi ketika terjadi kebakaran hutan? Dimanakah langkah kongkrit pemerintah pusat ketika terjadi kebakaran hutan yang menganggu aktivitas warga Riau? Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan Riau sudah mencapai kategori sangat berbahaya hingga detik ini.

Upaya pemerintah tidak cukup hanya sebatas menangkap pelaku pembakaran saja. Sebab dibalik itu, ada faktor-faktor yang ikut andil dalam peristiwa tersebut. Tentu ada berbagai macam elemen yang ikut andil, seperti misalnya industri. Dalam kabar terakhir berita tentang kebakaran hutan di Riau ini disebutkan bahwa ada sebuah perusahaan kehutanan yang terlibat beserta 44 orang yang harus bertanggung jawab. Akan tetapi, hingga saat ini status mereka hanya berupa ancaman untuk diadili. read more

Read More