Blog

Berawal dari Hal yang Diremehkan

Berawal dari Hal yang Diremehkan
oleh : Annisa Camelia I.

“Apa sih Earth Hour itu?”,
“Apa aja sih kegiatan Earth Hour?”
“Lah, matiin lampu sejam doang emang ada manfaatnya?”
Lontaran-lontaran menggelitik lagi sarkastik sangat sering singgah di telinga saya. Terlebih lagi, pertanyaan terakhir yang cukup retoris nan apatis. Sebelum melanglang buana lebih jauh lagi. Hendaknyakita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Earth Hour. Menurut Saya pribadi, Earth Hour adalah sebuah wadah atau gerakan yang digagas oleh World Wildlife Fund (WWF) yang notabene merupakan Organisasi Non Pemerintah (NGO) dengan fokus lingkungan hidup dan perselamatan satwa liar.
Menargetkan aktivis lingkungan hidup remaja, Earth Hour telah melakukan berbagai aksi kampanye lingkungan hidup yang ciamik dan kreatif. Salah satunya adalah Switch Off yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Maret 2016 pada pukul 20.30-21.30 WIB. Kampanye Lingkungan Hidup Kreatif yang digagas Earth Hour ini sebenarnya mempunyai dampak yang cukup signifikan untuk mengurangi perubahan iklim (Climate Change). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya remaja di berbagai daerah di Indonesia yang menjadi volunteer dari Earth Hour.
Menanggapi pertanyaan terakhir, “Lah, matiin lampu satu jam doang emang ada manfaatnya?” Kawan, sesungguhnya hal yang kauremehkan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Bercermin pada peribahasa kondang Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, para penggagas Earth Hour telah menelurkan sebuah gerakan menyelamatkan bumi hanya dengan mematikan lampu satu jam saja. Ingin Saya tekankan lagi kepada seluruh remaja maupun khalayak diluar sana, isu Global Warming atau menghangatnya suhu di muka bumi yang merentet pada perubahan iklim (Climate Change) tidak dapat terelakkan lagi. Kita, yang diciptakan sebagai makhluk hidup yang diciptakan untuk peka terhadap lingkungan di sekitarnya hanya diamanahi untuk menjaga bumi dan seisinya ini demi kelangsungan hidup anak & cucu kita. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan sesuatu yang kauanggap kecil dan mari berkontribusi!
#SwitchOff2016
#ChangeClimateChange read more

Read More

Satu Tahun Satu, Yakin?

Satu Tahun Satu, Yakin?

Sudah saatnya kita tahu akan kebijakan dan tata kelola kampus dimana sebagai mahasiswa yang menjadi pelopor pergerakan sebuah keadilan dari berbagai kebijakan yang dibuat oleh para petinggi dan pemilik kewenangan, maka perlu sebuah transparansi yang nyata dan merata. Sebelum menmbahas lebih jauh lagi, sudahkah kalian tahu apa itu MWA?

MWA (Majelis Wali Amanat) adalah Organ tertinggi di Universitas yang berwenang menyusun dan menetapkan kebijakan umum bersama Senat Akademik (SA). Dapat diibaratkan MWA itu adalah Organ yang membangun sebuah sistem organ dimana komponen organ tersebut berupa kumpulan gen yang beragam dari berbagai kalangan. MWA ada karena memiliki fungsi yang krusial dan sangat berpengaruh terhadap UGM sendiri. Fungsi MWA sendiri antara lain : read more

Read More

Wanita Jawa

Wanita Jawa

Sebelumnya, perkenankan saya mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional kepada seluruh perempuan di dunia, juga di Jawa yang masih bagian dari dunia.

Saya merasa masyarakat Jawa merupakan contoh masyarakat yang memiliki pembatasan dalam hubungan gender. Relasi tersebut menunjukkan kedudukan dan peran laki-laki yang cenderung lebih dominan dibanding perempuan.

Perempuan atau wanita, istilah wanita itu sendiri menurut bahasa Jawa berarti wani ditata (berani diatur). Pengertian ini memperlihatkan adanya perempuan Jawa yang pasif dan menjadi seorang pribadi yang selalu tunduk dan patuh pada laki-laki. Selain itu istilah pingitan yang diberlakukan kepada perempuan yang akan menikah, dirasa sebagai persoalan yang berhulu dari gender. read more

Read More

HUTAN INDONESIA, SURGA HUTAN YANG DILUPAKAN

HUTAN INDONESIA, SURGA HUTAN YANG DILUPAKAN

Ya memang benar adanya bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya. Dimana sumber daya melimpah hampir di setiap wilayahnya. Mungkin jika kalian tidak percaya, silahkan membaca referensi di buku-buku bacaan maupun situs internet manapun yang menyebutkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alamnya. Jika dilogika, dengan aset yang berharga ini harusnya Indonesia lebih mumpuni dari segala sektor dibandingkan dengan negara lain yang jumlah sumber daya alamnya jauh di bawah Indonesia. Nyatanya, Indonesia masih belum mampu mengelola sumber daya alam tersebut. Parahnya lagi, sebagian besar aktor pengelolanya berdalih karena alasan teknologi yang dimiliki belum secanggih negara lain. Alhasil banyak sektor yang terbengkalai tanpa dikelola dengan baik. Salah satu dari sekian banyak sektor tersebut yaitu hutan. read more

Read More

Rencana Relokasi Parkir Malioboro, Solutifkah?

Rencana Relokasi Parkir Malioboro, Solutifkah?

Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta. Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung,Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini. read more

Read More