Blog

PRESS RELEASE: Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia (KNLBSI) 2022

Pada tanggal 21-27 Maret 2022 telah dilaksanakan Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia (KNLBSI) 2022 XVII dengan tema “Rekonstruksi Arah Sylva Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Horas Palopo, Sulawesi Selatan dengan tuan rumah Universitas Andi Djemma. Kegiatan ini turut dihadiri 113 peserta dari 32 universitas, salah satu diantaranya yaitu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang mengirimkan 3 delegasi yaitu Dhimas Ramadhan sebagai Ketua LEM FKT UGM, Wanda Rafinia Lababan Usfa sebagai Menteri Koordinator Media dan relasi LEM FKT, dan Dela Bintang Wulandari sebagai Staf Ahli Hubungan Luar. Adanya kegiatan ini bertujuan untuk pergantian kepengurusan Sylva Indonesia dari periode sebelumnya ke periode sekarang atau periode 2022-2024. read more

Read More

Problematika Limbah Masker saat Pandemi

Permasalahan limbah medis dari masker sekali pakai dan APD yang semakin besar menjadi salah satu problematika di saat pandemi. Kondisi ini mendorong pula bertambahnya kuantitas limbah medis. Apalagi peningkatan volume limbah medis sudah mencapai 30-50% ton per harinya. Tidak hanya di Indonesia, berbagai negara di Asia juga mengalami hal yang sama.

Penanganan limbah medis dinilai sangat mengkhawatirkan, terutama di saat pandemi Covid-19, yang harus menjadi perhatian khusus. Karena dinilai menjadi mata rantai penularan penyakit tersebut. Sejumlah cara dapat dilakukan dalam pencegahan, seperti pemilahan limbah medis dengan rumah tangga dan penggunaan APD bagi para petugas pengumpul limbah. Strategi pengolahan limbah B3 menjadi solusi penting untuk menekan penyebaran Covid – 19 melalui limbah medis. Berikut langkah pengeloaan limbah B3 di masa pandemi:

1. Petugas pengumpul limbah harus dilengkapi dengan APD
2. Kendaraan tertutup rapat dan terpisah dengan kabin supir
3. Pemilahan limbah medis dan rumah tangga
4. Sterilisasi limbah sebelum ke tempat pembuangan
5. Memastikan perjalanan limbah medis RS & rumah tangga ke pembuangan
6. Kolaborasi dengan industri lain dalam mengolah limbah medis.

Pemerintah menghimbau untuk memakai masker kain bagi warga yang sehat. KLHK mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan tempat pembuangan masker di ruang
publik.

Sampah ini mempunyai efek yang sangat dikawatirkan, kerena tidak hanya berdampak secara langsung namun juga mempunyai dampak jangka panjang. Karekter/sifat sampah anorganik sangat sulit terurai bahkan dalam jangka waktu puluhan hingga ratusan tahun kedepan. Sampah memiliki banyak masalah baik dampak langsung kemanusia maupun di lingkungan, masalah ini bisa diminimalisir dengan menjaga dan mengelola sampah serta
melestarikan lingkungan. Tentunya hal ini bisa terwujud jika semua pihak sadar dan bertindak bersama-sama. Himbauan sejumlah organisasi daur ulang telah mendesak orang-orang untuk membuang masker dan sarung tangan dengan aman di tempat sampah umum.

Suherman, Ph.D. seorang pakar lingkungan UGM mengingatkan “Karakteristik masker yang terbuat dari bahan utama fiber atau kertas membuat pelindung mulut itu harus segera dibuang setelah digunakan”. Bisa dibayangkan, berapa juta sampah masker yang ada di lingkungan sekitar mengingat prediksi pandemi ini masih akan dihadapi selama beberapa waktu ke depan dan mempertimbangkan 270 juta penduduk Indonesia yang membutuhkan
perlindungan sebab itu masker bekas merupakan sampah non daur ulang sehingga harus dibuang atau diolah di tempat pengelolaan sampah. Maka pengolahannya diperlukan metode khusus seperti insenerator atau pirolisis.

Read More

Buletin Forestry Magazine 2020

Buletin Forestry Magazine Edisi Mahasiswa Baru sudah terbit!

Yuk kenal lebih dekat dengan Fakultas Kehutanan dan apa saja yang ada didalamnya dengan membaca buletin ini, sekaligus supaya kamu lebih cinta dengan kampus kebanggan kita semua ini. Karena tak kenal maka tak sayang! klik link dibawah yaa😉✨

FORMAG untuk Mahasiswa Baru

atau baca disini tanpa mendownload

Read More

Mengenal Kayu Jati Belanda

Kayu jati merupakan salah satu jenis kayu yang eksistensinya di industri kayu tetap melambung hingga saat ini.

Tingkat keawetan kayunya mampu membuatnya pantas dinobatkan sebagai salah satu jenis kayu yang banyak digandrungi oleh masyarakat.

Tidak sedikit yang memburu pernak-pernik interior berbahan dasar kayu jati.

Namun seiring berkembangnya zaman, kini mulai bermunculan jenis-jenis kayu baru yang juga tak kalah eksis di pasaran. read more

Read More

Teknologi Terkini di Bidang Lingkungan

Era globalisasi tidak hanya berpengaruh terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi lingkungan.

Lingkungan yang semula sehat dan tidak tercemar dapat dengan mudah berubah menjadi lingkungan yang kurang bersahabat.

Tak heran, jika saat ini sedang marak digalakkannya gerakan menjaga lingkungan agar kondisi lingkungan yang sudah mulai kurang bersahabat tidak semakin memprihatinkan dan menyusahkan anak cucu kita kelak. read more

Read More