Blog

Mahasiswa Kupu-Kupu: Pengaruh Sindrom Hikikomori di Kalangan Mahasiswa Indonesia (?)

Oleh: Hera Pradhipta Lisdyani*

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata mahasiswa? Konon katanya, mahasiswa berasal dari dua kata yaitu maha dan siswa, maha berarti besar dan siswa berarti peserta didik. Dari dua kata tersebut munculah pengertian bahwa mahasiswa adalah siswa atau pelajar yang levelnya paling tinggi. Mereka menuntut ilmu di sekolah yang disebut perguruan tinggi dengan harapan mereka dapat menyempurnakan ilmu mereka sehingga dapat menjadi manusia terpelajar yang prima,yang utuh, yang paripurna sebab kelak mereka akan menjadi Agent of  Social Control. Sebagai Agent of  Social Control sudah selayaknya seorang “mahasiswa” aktif dalam kegiatan berorganisasi baik di intern mau ekstern kampus. Lalu bagaimana menanggapi fenomena mahasiswa kupu-kupu? Apakah mahasiswa kupu-kupu adalah bentuk sindrom hikikomori yang melanda mahasiswa di negara kita? Ya, tidak, atau bisa jadi? read more

Read More

Tolak Kekerasan pada Anak

Oleh: Dyah Ayu Permananingrum*

Anak merupakan calon generasi penerus bangsa yang akan mengemban amanah di masa depan. Negara memiliki tanggung jawab untuk mengatur hak-hak anak agar bebas dari ancaman apapun sehingga mampu berkreasi sesuai kreatifitas mereka. Namun saat ini justru banyak fenomena yang melibatkan anak-anak sebagai korban kekerasan, baik itu kekerasan secara fisik maupun seksual. Anak-anak yang seharusnya bisa menikmati masa kecilnya justru sudah harus merasakan pahitnya hidup. Banyak merebak kasus penganiayaan anak oleh orangtuanya sendiri, oleh kerabat dekat, kasus kejahatan seksual oleh para pedofil, kasus penculikan, hingga kasus penjualan anak. read more

Read More

Jaga Lingkungan dari Sekarang

Oleh: Febrina Yurinda P*

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pada lahan hutan. Fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup beragam flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan.

Di seluruh bagian dunia, hutan alam sedang berada dalam kondisi kritis. Tumbuhan dan binatang yang hidup di dalamnya terancam punah. Tidak dapat dipungkiri, manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Data Kementerian Kehutanan menyebutkan hutan di Indonesia yang tersisa dalam kondisi bagus (primer) hanya tinggal 64 juta hektar bahkan bisa jadi makin berkurang dari jumlah Data tersebut. (Sumber Kementrian Kehutanan dan Kementrian Lingkungan Hidup). read more

Read More

WISUDA #2

Selamat dan sukses kepada kakak-kakak kami yang diwisuda pada hari ini, 20 Mei 2014. Semoga ilmu baik softskill maupun hardskill yang didapatkan di fakultas mampu diaplikasikan dalam kehidupan rimbawan selanjutnya. Tidak lupa, kami juga menitipkan amanah perbaikan di (terutama) sektor kehutanan bersama kalian dan kita :’)

arin-wisuda-mei-2014

Read More

Menumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan pada Anak-Anak

Dewasa ini, pendidikan disadari menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika bercermin pada isu lingkungan yang terus bergulir, maka pendidikan karakter berwawasan lingkungan menjadi hal yang sangat penting. Penanaman nilai-nilai cinta lingkungan, tentu akan sangat strategis dimulai dari usia sedini mungkin, yaitu pada masa anak-anak. Oleh karena itu, Departemen Sosial Masyarakat #AksiRimbawan berinisiatif untuk mengadakan Pendidikan Lingkungan (PL) sebagai salah satu rangkaian acara Hari Bumi. read more

Read More