Blog

Pers Rilis Longmarch, Puncak Rangkaian Acara Hari Bumi “Save Our Earth With Your Hand”

PERS RILIS LONGMARCH

PUNCAK RANGKAIAN ACARA HARI BUMI

“SAVE OUR EARTH WITH YOUR HAND”

Persoalan lingkungan hidup dewasa ini sudah sangat mendesak untuk ditanggulangi. Kualitas lingkungan hidup semakin hari semakin memburuk. Selama 150 tahun, jumlah karbon yang ada di atmosfer telah meningkat 50%, dari 280 ppm menjadi 393 ppm. Dan dampaknya, khususnya abad terakhir, telah mencata tpeningkatan suhu global, kehancuran glasier dan lapisan es, perluasan gurun dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem (Anonim, 2013). read more

Read More

Gas Bebas Nutrisi Paru-Paru

meadow-406514_1280

Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan pembangunan kota dan pembangunan industri, kualitas udara mengalami perubahan. Udara kumuh, kering dan hitam, tampak di cakrawala Yogyakarta. Kota yang menjadi daya tarik wisatawan ini, mengalami penurunan kualitas udara seiring berjalannya waktu. Hal serupa tidak hanya terjadi di kota Yogyakarta saja, namun kota-kota besar juga mengalami permasalahan yang sama. Hal ini bila tidak segera ditanggulangi, perubahan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, kehidupan hewan serta tumbuhan.
Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan pertikel kecil/aerosol) ke dalam udara. Masuknya zat pencemar ke dalam udara dapat secara alamiah, misalnya asap kebakaran hutan, akibat gunung berapi, debu meteorit, dan pancaran garam dari laut; juga sebagian besar disebabkan oleh kegiatan manusia, misalnya akibat aktivitas transportasi, industri, pembuangan sampah, baik akibat proes dekomposisi ataupun pembakaran serta kegiatan rumah tangga. [1]
Sumber pencemaran udara yang utama dalam bentuk emisi (bunga asap) adalah kendaraan bermotor, industri, dan rumah tangga. Untuk kendaraan bermotor, besar emisi per satuan waktu dipengaruhi oleh jumlah kendaraan bermotor, kecepatan kendaraan, kemacetan lalu lintas, umur dan tipe kendaraan, serta jenis bahan bakar yang digunakan. Makin tua usia kendaraan bermotor, makin tinggi emisi yang dikeluarkan, yang menghasilkan hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO). Parameter pencemaran udara yang disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor, antara lain HC, CO, SO2, NOX, Plumbum (Pb,timah hitam), debu dan partikel lain. [2]
Udara yang tercemar oleh partikel dan gas dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkatan dan jenisnya, tergantung dari macam, ukuran dan komposisi kimiawinya. Gangguan tersebut terutama terjadi pada fungsi dari organ tubuh, seperti paru-paru dan pembuluh darah atau menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Pencemaran udara karena partikel debu biasanya menyebabkan penyakit pernapasan kronis seperti bronchitis khronis, emfiesma paru-paru, asma bronchial dan bahkan kanker darah. Sedangkan bahan pencemar gas yang terlarut dalam udara dapat langsung masuk ke dalam tubuh ke paru-paru yang pada akhirnya diserap oleh sistem peredaran darah.
Kadar timah (Pb) yang tinggi di udara dapat mengganggu pembentukan sel darah merah. Gejala keracunan dini mulai ditunjukkan dengan terganggunya fungsi enzim untuk pembentukan sel darah merah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, sepeerti anemia, kerusakan ginjal dan lain-lain. Keracunan Pb ini bersifat kumulatif.
Keracunan gas CO2 timbul sebagai akibat terbentuknya karboksihemoglobin (COHb) dalam darah. Afinitas CO yang lebih besar dibandingkan oksigen (O2) terhadap Hb menyebabkan fungsi Hb untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Berkurangnya penyediaan oksigen ke seluruh tubuh ini akan membuat sesak napas dan dapat menyebabkan kematian, apabila tidak segera mendapat udara segar kembali. Sedangkan bahan pencemar udara seperti SOX, BOX,H2S dapat merangsang saluran pernapasan yang mengakibatkan iritasi dan peradangan.
Permasalahn yang ditimbulkan dari pencemaran udara sudah mencapai tingkat yang serius. Perlu dilakukan penanggulangan dampak pencemaran udara tersebut. Upaya-upaya penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan penelitian dan pemantauan mengenai pertimbangan keserasian antara faktor-faktor sumber emisi, pengaruh/dampak, kondisi sosial, ekonomi dan politik serta melakukan pengukuran lapangan sesuai dengan kondisi; upaya pengendalian pencemaran lingkungan khususnya udara saat ini masih bersifat sektoral, baik legislatif maupun institusinya. Peraturan perundangan dalam kaitannya bersifat dengan upaya penanggulangan pencemaran yang bersifat nasional adalah undang-undang no. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.; pengendalian pencemaran udara dengan menerapkan teknologi yang lebih ditujukan kepada faktor sumber emisi. [3]
Dengan adanya upaya-upaya penanggulangan pencemaran udara, tingkat pencemaran udara dapat berkurang. Gangguan terhadap kesehatan dan kerja organ manusia juga dapat menurun. Dengan begitu, dapat tercipta lingkungan yang sehat dan lestari. read more

Read More

Dimanakah Air Bersihku Berada?

harbum 2015

Air merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan. Semua mahkluk hidup memerlukan air. Tanpa air tak akan ada kehidupan. Demikian pula manusia tak dapat hidup tanpa air. Kebutuhan air kita menyangkut dua hal. Pertama, air untuk kehidupan kita sebagai makhluk hayati dan kedua, air untuk kehidupan kita sebagai manusia yang berbudaya. [1]

Pertumbuhan penduduk Indonesia tercatat dari tahun 2011 sebesar 133 orang/km2 menjadi 135 orang/km2 pada tahun 2012. [2]  Angka tersebut menunjukkan kenaikkan yang cukup besar. Peningkatan kebutuhan air bersih juga meningkat seiring kenaikan jumlah penduduk Indonesia. read more

Read More

Penanaman di Goa Seplawan, Harmoni Karya Untuk Alam Indonesia

penanaman2 penanaman1 Penanaman

Penanaman di Goa Seplawan

Harmoni Karya Untuk Alam Indonesia

Tanggal 12 April 2015, tepat sepuluh hari menjelang perayaan hari bumi, LEM FKT UGM bersama dengan BEM Kehutanan Instiper (Institut Pertanian Yogyakarta) dan teman-teman Forkommadika (D3 Pengolahan Hutan UGM) mengadakan aksi menanam pohon untuk alam. Acara ini merupakan rangkaian acara kerjasama dari 3 organisasi yakni: LEM FKT UGM, Instiper dan Forkommadika, dalam perayaan hari bumi pada tanggal 22 April 2015. BEM Kehutanan Instiper terpilih menjadi penanggung jawab acara penanaman ini. Mereka telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, dari penentuan tanggal, akomodasi, hingga pemilihan lokasi tanam. Awalnya aksi penanaman ini akan diadakan di kawasan tepi pantai daerah Kebumen, karena melihat musim hujan yang sebentar lagi akan berganti dengan musim kemarau dan ketakutan akan mengalami kegagalan, akhirnya penanaman dilakukan di kawasan Goa SeplawanPurworejo. Disini bibit yang ditanam bisa dirawat dengan baik oleh penjaga Goa. Selain itu kontur lahannya tergolong miring dan rawan longsor, sehingga kawasan ini perlu  untuk ditanami. read more

Read More

Aksi Donor Darah LEM FKT UGM #1

11134129_798371940254424_1212401204247436766_o 11083940_798372026921082_6006725409627327163_o 11082272_798372000254418_1022418661621711120_o

“Give the gift of life:Donate your Blood”

Mengusung jargon “Give the gift of life:Donate your Blood” Departemen Sosial Masyarakat Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan mengadakan acara donor darah selama 2 hari pada tanggal 1 dan 2 April 2015. Seperti pada tahun-tahun sebelumya, acara ini dilaksanakan di Lobi Gedung B FKT pada jam 08.00 hingga jam 13.00.  Bekerjasama dengan PMI Yogyakarta, acara ini berhasil mengantongi sebanyak kurang lebih 62 kantong darah. Melihat banyaknya kantong darah yang didapatkan, selaku ketua panitia, Farras Hafizhah mengucapkan terimakasih atas partisipasi mahasiswa kehutanan dan berharap acara donor darah selanjutnya dapat berjalan lebih baik. “Merasa tertantang menjadi ketua panitia karena ini pengalaman pertama. Ternyata banyak mahasiswa yang ikut berpartisipasi menyukseskan acara sosial ini.Terimakasih kepada seluruh mahasiswa kehutanan yang dengan sukarela memberikan darahnya, semoga darah kalian bisa berguna bagi orang lain. Semoga acara seperti ini dapat dilaksanakan kembali dan  bisa berjalan lebih baiki. Terimakasih Kabinet Wanacita” read more

Read More