Hilangnya Korsa Rimbawan

Hilangnya Korsa Rimbawan

Oleh: Desy Nur Ayu R. (General Forestry 2015)

Dulu belantara hutan Indonesia menjadi salah satu kekayaan istimewa Indonesia. Pada setiap jengkal area yang ada, terdapat sumber kehidupan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup yang ada disekitarnya. Namun saat ini dunia kehutanan menjadi aspek penting dalam isu global. Dunia kehutanan kini semakin terpuruk. Hutan yang dulunya rindang saat ini tersulap menjadi lahan kosong dan menyedihkan. Hanya tersisa siklus air tanah yang buruk,tanah yang tidak subur, erosi, hingga banyak bencana mengiringi. Kawasan hutan Indonesia yang terus mengalami degradasi dan deforestasi memberikan pesismisme tersendiri bagi masa depan kehutanan indonesia. Kita sebagai rimbawan muda seharusnya menjadi garda terdepan yang mampu menyuarakan dan memenangkan pertarungan wacana-wacana yang ada. Rimbawan harus menunjukan jiwa kepemimpinan dan responsibilitas terhadap isu-isu lingkungan.

Namun sampai saat ini banyak rimbawan yang belum menunjukan responsivitasnya terhadap lingkungan. Sebagai contoh kecil, mungkin kita sering mengikuti seminar, diskusi yang jargonnya ditunjukkan untuk perbaikan kehutanan, akan tetapi diakhir diskusi hanya meninggalkan ruangan dengan “Kotak Snack” yang dibiarkan begitu saja tanpa ada sebuah konklusi yang jelas dalam diskusi tersebut. Selain itu banyak rimbawan yang dengan mudahnya membuang sampah sembarangan. Sungguh miris memang. Tapi bukan hanya responsivitas terhadap lingkungan dan hutan indonesia saja yang kurang, bahkan responsivitas terhadap sesama rimbawan pun sangat kurang. Rimbawan muda kurang merasakan jiwa korsa yang telah diputuskan oleh keterpurukan bangsa ini. Jika mendengar penuturan para pendahulu kita, jiwa korsa yang tertanam pada diri seorang rimbawan seakan seperti dongeng bagi rimbawan muda saat ini. Rimbawan cenderung individualis untuk berbuat sesuatu demi kepentingan diri sendiri. Padahal saat ini peran seorang rimbawan benar-benar dibutuhkan dalam menghadapi masalah yang ada.

Sebuah kenyataan bahwa saat ini kita hanya memiliki cerita indah. Cerita yang akan terus memudar seiring dengan tergugahnya mimpi indah kita. Hanya penyesalan yang ada. Pertanyaan-pertanyaan mulai timbul dibenak kita. Berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan cerita indah itu ? Berapa banyak kerusakan yang terjadi ? Berapa banyak akibat yang akan terjadi ? Kenyataan yang akan membuat perdebatan tak berujung seiring jalannya kehancuran ekosistem ini.

Ingat !!! Indonesia masih memiliki kita para rimbawan. Menjadi rimbawan adalah sebuah kehormatan yang harus disandang dengan kesadaran manusiawi. Kesadaran itu harus membuat kita merasa malu bila harus merendahkan kehormatan kita sebagai rimbawan. Kini saatnya melakukan perubahan. Berbuatlah sesuatu untuk kelestarian hutan Indonesia. Hilangkan ego mu, tunjukan resposvitasmu terhadap belantara hutan rimba, pupuklah jiwa korsa diantara kita. Ciptakan kembali cerita indah yang saat ini mulai memudar. Jangan jadikan cerita indah itu menjadi dongeng semata. Salam rimba !!!

Categories: KM FKT
Tagged:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.